URBANSULSEL – Sejumlah warga menyoroti pengawasan pengisian BBM subsidi jenis Pertalite di SPBU Tanri Jaya Utama. Keluhan muncul karena masyarakat masih menduga adanya kendaraan roda dua, khususnya jenis Thunder, yang melakukan pengisian berulang kali untuk kepentingan pelangsiran.
Kondisi tersebut memicu keresahan di tengah meningkatnya harga BBM non-subsidi, termasuk Pertamax. Warga menilai pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi belum berjalan maksimal sehingga memunculkan kesan adanya pembiaran terhadap praktik pelangsiran.
“Setiap hari masyarakat bisa melihat kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang. Kalau kondisi seperti ini terus terjadi tanpa ada tindakan, masyarakat tentu bertanya-tanya apakah pengawasan masih berjalan atau tidak,” ujar Astap salah seorang warga dalam unggahnya 12/06/2026
Di Kabupaten Kepulauan Selayar, persoalan pelangsiran BBM sebenarnya telah lama menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemkab Kepulauan Selayar bahkan pernah melakukan pengawasan terhadap kendaraan yang melakukan pengisian BBM secara bolak-balik, khususnya sepeda motor jenis Thunder yang diduga membeli Pertalite untuk dijual kembali secara eceran.
Saat itu, pemerintah daerah meminta APMS dan SPBU hanya melayani satu kali pengisian untuk setiap kendaraan guna menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat dan mencegah praktik pelangsiran.
Namun, sebagian warga menilai langkah tersebut kini tidak lagi terlihat di lapangan. Mereka mengaku masih menemukan kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang tanpa adanya tindakan tegas dari pihak terkait.
Akibat kondisi tersebut, muncul anggapan di tengah masyarakat bahwa pemerintah dan pihak-pihak yang memiliki kewenangan terkesan tutup mata terhadap praktik yang diduga merugikan masyarakat sebagai konsumen BBM subsidi.
“Masyarakat hanya ingin aturan ditegakkan. Kalau memang ada larangan pengisian berulang, maka harus diawasi dan ditindak. Jangan sampai masyarakat kecil yang membutuhkan justru kesulitan mendapatkan BBM subsidi,” kata Riswan warga lainnya.
Masyarakat berharap pihak pengelola SPBU Tanri Jaya Utama, Pertamina, serta pemerintah daerah dapat melakukan pengawasan lebih ketat terhadap kendaraan yang dicurigai melakukan pelangsiran. Mereka juga meminta adanya transparansi dan penjelasan resmi agar tidak berkembang berbagai asumsi di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU Tanri Jaya Utama maupun instansi terkait mengenai dugaan adanya kendaraan pelangsir yang bebas melakukan pengisian Pertalite berulang kali. (*)
.jpeg)

.jpeg)