• Jelajahi

    Copyright © URBANSULSEL
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Tangani Warga Mabuk, 4 Anggota Polisi Selayar Justru Diperiksa Propam

    @Redaksi
    , Mei 29, 2026 WIB Last Updated 2026-05-29T11:09:33Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     


    URBANSULSEL - Penanganan dugaan pemukulan terhadap seorang warga berinisial ZI saat diamankan aparat kepolisian kini menjadi sorotan publik di Kabupaten Kepulauan Selayar. Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Kepulauan Selayar mulai memeriksa empat anggota Polri terkait insiden kontak fisik yang terjadi saat proses pengamanan warga yang diduga berada di bawah pengaruh minuman keras tersebut.


    Peristiwa itu terjadi di Jalan RA Kartini, Kecamatan Benteng, Rabu malam (27/5/2026), setelah polisi menerima laporan masyarakat mengenai seorang pria yang diduga mabuk dan mengamuk di sekitar permukiman warga belakang Kantor PLN Kepulauan Selayar.


    Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, petugas mendatangi lokasi dan meminta ZI untuk ikut ke kantor polisi demi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Namun, ZI disebut menolak dan melakukan perlawanan terhadap petugas.


    Dalam keterangan internal yang diperoleh, ZI diduga memukul anggota polisi berinisial MGR pada bagian dada dan menendang anggota lainnya berinisial M pada bagian paha saat proses pengamanan berlangsung. Polisi kemudian memborgol dan membawa yang bersangkutan ke Mapolres Kepulauan Selayar.


    Meski demikian, perhatian publik kini tertuju pada dugaan tindakan kekerasan yang dialami ZI setelah diamankan. Dugaan adanya pemukulan oleh aparat menjadi alasan utama Propam turun melakukan pemeriksaan terhadap personel yang terlibat.


    Setibanya di Mapolres, ZI disebut masih melawan dan melontarkan kata-kata kasar kepada petugas. Dalam situasi yang memanas itu, diduga terjadi kontak fisik antara ZI dengan sejumlah anggota polisi.


    Kasi Propam Polres Kepulauan Selayar, Iptu La Ode Muh Asman, membenarkan bahwa pihaknya sedang mendalami dugaan pelanggaran prosedur dalam proses pengamanan tersebut. Ia menegaskan, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya tindakan yang melampaui batas kewenangan aparat.


    “Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara memang ditemukan adanya kontak fisik saat proses pengamanan berlangsung. Karena itu kami melakukan pemeriksaan secara profesional, objektif, dan berkeadilan terhadap seluruh pihak yang terlibat,” ujar Iptu La Ode Muh Asman.


    Menurutnya, Propam tidak hanya melihat dugaan pelanggaran anggota, tetapi juga menelusuri keseluruhan kronologi, termasuk dugaan penyerangan terhadap aparat saat menjalankan tugas.


    Sementara itu, Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Imawan, menegaskan bahwa institusinya tidak akan menutup-nutupi proses pemeriksaan terhadap anggota yang diduga terlibat dalam tindakan kekerasan.


    “Kami berkomitmen menangani persoalan ini secara transparan dan sesuai aturan yang berlaku. Semua pihak diperiksa berdasarkan fakta dan alat bukti. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan diproses sesuai mekanisme yang ada,” tegas Kapolres.


    Pernyataan tersebut dinilai penting untuk menjamin proses keadilan, baik bagi korban dugaan pemukulan maupun bagi anggota yang tengah diperiksa. Publik kini menunggu hasil pemeriksaan Propam sebagai bentuk akuntabilitas institusi kepolisian dalam menangani dugaan pelanggaran oleh aparatnya sendiri.


    Di sisi lain, Kapolres juga kembali mengingatkan bahaya konsumsi minuman keras yang kerap menjadi pemicu gangguan keamanan dan benturan dengan aparat penegak hukum.


    Saat ini, pemeriksaan terhadap empat personel Polres Kepulauan Selayar masih berlangsung. Hasil pemeriksaan itu nantinya akan menentukan apakah terdapat pelanggaran disiplin atau kode etik profesi Polri dalam insiden tersebut.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler