Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Deputi BI Kunjungi Ibu Ibu Pembatik Bunga Mawar di Bulukumba

Pewarta
Sabtu, 17 Januari 2026, Januari 17, 2026 WIB Last Updated 2026-01-17T02:04:13Z

 


Urbansulsel, Bulukumba - Sejak pagi, rumah produksi sederhana di Desa Topanda, Kecamatan Rilau Ale, tampak berbeda dari hari-hari biasanya. 


Andi Mawar bersama anggota kelompok pembatik Bunga Mawar sudah berpakaian rapi. 


Hari itu, tamu penting dijadwalkan berkunjung, pejabat Bank Indonesia.

Wajah Andi Mawar dan para ibu anggota kelompoknya tampak berseri-seri. Ada rasa gugup, tapi lebih banyak harap. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan langka untuk memperlihatkan potensi batik yang baru mereka rintis, namun telah tumbuh dengan penuh semangat.


“Produksi batik ini baru sekitar sebulan berjalan,” tutur Andi Mawar sambil sesekali mengelus kain-kain batik hasil produksinya, Kamis 15 Januari 2025.


Awal mula semuanya terjadi pada Desember 2025. Saat itu, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bulukumba yang dipimpin Andi Herfida Muchtar menghadirkan pembatik langsung dari Yogyakarta. Dari situlah Andi Mawar dan kelompoknya belajar dari nol mengenal kain, lilin, canting, hingga teknik mencetak motif.


Kini, hasilnya sudah mulai nampak. Puluhan kain batik telah diproduksi, mulai dari sarung hingga bahan kemeja. Coraknya khas Bulukumba, gambar perahu Pinisi yang gagah, nuansa adat Kajang yang sakral, tarian tradisional yang dinamis, hingga tagline We Love Bulukumba.


Semua bahan memang masih didatangkan dari Yogyakarta mulai dari kain, cetakan motif, kuas batik, hingga tinta dan lilin. Namun ruh karyanya lahir dari Bulukumba, lahir dari tangan tangan perempuan Bulukumba.


“Untuk satu lembar kain ukuran dua kali satu meter, butuh waktu dua hari penuh menyelesaikan,” jelas Andi Mawar.


Meski demikian, semangatnya tak surut. Saat ini, sekitar 30 ibu-ibu produktif dari berbagai desa di Kecamatan Rilau Ale tergabung dalam Kelompok Membatik Bunga Mawar. Mereka bercita-cita memproduksi batik secara massal, sekaligus menjadikannya sumber penghasilan berkelanjutan.


Tak lama kemudian, rombongan Bank Indonesia Sulawesi Selatan tiba. Dipimpin Kepala Grup Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Wahyu Purnama A, bersama sejumlah jajaran, menyaksikan langsung proses produksi batik. Mulai dari menyiapkan kain, memanaskan lilin tinta, mencetak motif, hingga melihat kain-kain yang telah selesai.


Kunjungan itu memang singkat, tak sampai satu jam. Namun bagi Andi Mawar dan kelompoknya, maknanya jauh lebih besar karena menjadi motivasi dalam bekerja.


Wahyu Purnama dalam diskusinya dengan para pembatik meminta untuk menambah corak lainnya sehingga lebih beragam. Ia berharap secara perlahan kelompok Batik Mawar ini lebih produktif.


"Tentu lebih awal corak harus lebih beragam lagi. Seiring dengan jumlah produksi yang meningkat pemasarannya tidak hanya di Bulukumba, tapi juga sudah keluar kabupaten," pinta Wahyu Purnama.


Didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bulukumba, Kepala Caban Bank Sulselbar, perwakilan Dekranasda, serta TP-PKK Bulukumba, momen tersebut menjadi pengakuan bahwa usaha kecil dari desa pun layak mendapat perhatian.


Kepala Disdagrin Bulukumba, Alfian Mallihungan menyampaikan bahwa kedatangan Bank Indonesia bertujuan melihat langsung potensi pengembangan UMKM, khususnya pembatik di Bulukumba.


“Harapan kita, ke depan bisa terjalin kerja sama untuk mengembangkan batik Bulukumba agar semakin dikenal dan berdaya saing,” ujarnya.


Kunjungan ini petinggi Bank Indonesia ini menjadi motivasi tersendiri bagi para pembatik Bulukumba yang sebelumnya juga telah memproduksi kain atau sarung pantai. Dari Desa Topanda, Andi Mawar dan para ibu pembatik sedang menenun harapan, satu demi satu, pada setiap helai kain batik Bulukumba.(*)

Komentar

Tampilkan

  • Deputi BI Kunjungi Ibu Ibu Pembatik Bunga Mawar di Bulukumba
  • 0

Terkini

Topik Populer